Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus (Matius 28:19)
Institusi Pendidikan yang sekarang ini bernama Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel telah mengalami beberapa kali transisi baik perubahan nama institusi maupun kepemimpinan. Institusi ini berdiri pada tanggal 1 Maret 1998, yang lahir dari visi dan kerinduan hati Pdt. Dr. Abraham Conrad Supit (sekaligus menjadi Rektor/Ketua yang pertama), yang mana pada saat itu berawal sebagai sebuah Sekolah Alkitab REM (SAR). Namun, kemudian mengalami perubahan menjadi institut dengan nama Institut Teologi dan Kepemimpinan Rahmat Emmanuel (ITKR) dengan beberapa Program Studi (Prodi) yaitu Prodi S1 Teologi, Prodi S2 (MA), Prodi S3 (D.Min) serta Sekolah Orientasi Melayani (SOM) yang ditunjukkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi kaum awam.
Lembaga pendidikan teologi, yang terafiliasi dengan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rahmat Emmanuel ini, mengubah diri menjadi Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel (STT REM) pada tahun 2010. Ada dua pertimbangan ketika perubahan ini terjadi yaitu baik secara formal maupun teologi, sehingga diputuskan dilakukan perubahan nama institusi menjadi STT REM. Prodi yang diselenggarakan pada saat itu adalah S1 Teologi dan S1 Pendidikan Agama Kristen. Kemudian pada tahun 2011, lahirlah Prodi S2 Teologi (Magister Teologi).
Pada tahun 2012 kepemimpinan sebagai ketua STT REM diserahterimakan dari Dr. Abraham C. Supit, M.Th ke Dr. Ariasa H. Supit, M.Si. Pada Masa itu STT REM memiliki lima Program Studi yaitu Prodi S1 Teologi, Prodi S1 Pendidikan Agama Kristen, Prodi S2 Teologi, Prodi S2 Pendidikan Agama Kristen dan S3 Teologi. Pada tahun 2019 terjadi kembali perubahan kepemimpinan, dimana Dr. Ariasa H. Supit, M.Si menyerahkan posisi ketua STT REM kepada Yogi Dewanto, MBA. Sampai pada saat ini Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel masih diketuai oleh Dr. Yogi Dewanto, MBA. Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel berlokasi di Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No.4 G-K, Kelapa Gading Jakarta Utara.
1
2
3
STT REM telah mewisuda para mahasiswa yang telah memenuhi kualifikasi akademis dengan jumlah lulusan lebih dari seribu. Alumni tersebut kini telah berkarya diberbagai lembaga seperti gereja, yayasan sosial, badan pendidikan dan institusi pemerintahan. Para alumni telah membuktikan diri dalam dinamika sosial yang berjalan melalui karya nyata sebagai anak bangsa yang turut serta dalam upaya pemerintah membangun Indonesia yang sejahtera.
STT REM mengelola 5 (lima) program studi terakreditasi mulai dari program studi sarjana sampai pasca sarjana, yang terdiri dari :
Program Sarjana Teologi (S.Th); Terakreditasi BAN PT
Program Sarjana Pendidikan Agama Kristen (S.Pd); Terakreditasi BAN PT
Program Magister Teologi (M.Th); Terakreditasi BAN PT
Program Magister Pendidikan Agama Kristen (M.Pd); Terakreditasi BAN PT
Program Doktor Teologi (Dr); Terakreditasi BAN PT
Dalam meningkatkan kecintaan kepada kebudayaan-kebudayaan nusantara, STT REM mengadakan beberapa pagelaran kebudayaan diantaranya: Festival kebudayaan Kupang, Batak dan Manado, Nias dan berbagai suku lainnya. STT REM memiliki komitmen untuk memperkenalkan kebudayaan-kebudayaan nasional yang beragam kepada para mahasiswa dan seluruh masyarakat Indonesia melalui festival-festival kebudayaan daerah-daerah yang lain. Dengan maksud untuk menumbuhkan kecintaan mahasiswa akan budaya Indonesia.
Sementara untuk membangun budaya pembelajaran lintas institusi, STT REM secara rutin mengadakan kuliah-kuliah umum yang mengadirkan pembicara-pembicara kompeten dari Lembaga Pemeritahan, Parlemen, TNI/POLRI, Guru-guru besar dan sebagainya. Kontribusi para pembicara dalam kuliah umum ini terbukti telah mengangkat dan mendorong ritme akademis kampus yang dinamis dan relevan bagi seluruh covitas akademika yang ada.
STT REM mengadakan MOU kerjasama dengan gereja-gereja dan lembaga-lembaga pelayanan Kristen baik di Jakarta mapun di daerah sebagai sarana untuk menyalurkan mahasiswa PKL setiap tahunnya. Lembaga ini pun terus membuka diri untuk perubahan-perubahan akademis yang relevan dalam menghadapi era disrupsi revolusi industri 4.0.
Belajar Terus dan Terus Belajar. Segala Kemuliaan hanya bagi Allah, Haleluja,
Amen
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus (Matius 28:19)